Gagasan pendirian Program Studi Kedokteran Gigi UNESA berawal dari semangat pengembangan institusi dalam bidang kesehatan yang sejalan dengan transformasi UNESA menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Dalam kerangka PTN-BH, UNESA berkomitmen memperluas spektrum akademik dari rumpun pendidikan menuju rumpun kesehatan, khususnya kedokteran dan kedokteran gigi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar universitas untuk meningkatkan kontribusi dalam bidang kesehatan masyarakat dan riset terapan di Indonesia.

Proses inisiasi program studi ini melibatkan berbagai pihak mulai dari pimpinan universitas, fakultas, tenaga ahli, hingga asosiasi profesi kedokteran gigi. Pembahasan awal dilakukan melalui kajian kelayakan akademik dan kebutuhan sumber daya manusia di bidang kedokteran gigi, khususnya di wilayah Jawa Timur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga dokter gigi di provinsi ini masih sangat tinggi, sementara lembaga pendidikan kedokteran gigi di kawasan tersebut belum mampu sepenuhnya memenuhi permintaan layanan masyarakat.

Setelah melalui tahapan perencanaan dan penilaian akademik yang mendalam, proposal pendirian Program Studi Kedokteran Gigi UNESA diajukan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Melalui proses evaluasi administratif dan substansial, UNESA memperoleh persetujuan resmi untuk membuka program studi baru di bidang kedokteran gigi.

Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan terbitnya izin pendirian Program Studi Kedokteran Gigi UNESA pada tanggal 21 Juli 2025. Tanggal ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah UNESA, menandai lahirnya prodi pertama di bidang kedokteran gigi di lingkungan universitas pendidikan ini. Dengan demikian, UNESA resmi bergabung dalam jajaran perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dokter gigi di Indonesia.