6 Masalah Gigi dan Mulut yang Paling Sering Terjadi dan Perlu Diwaspadai
Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi keluhan yang
paling sering ditemui di masyarakat, mulai dari rasa ngilu ringan hingga
infeksi yang mengganggu aktivitas harian. Program Studi Kedokteran Gigi UNESA
menyoroti beberapa kondisi yang paling umum dialami, yaitu gigi berlubang, gusi
bengkak, gigi goyang, gigi bernanah, gigi ngilu, dan sariawan—yang semuanya memiliki tanda awal jelas dan dapat
dicegah bila ditangani sejak dini.
Keluhan gigi berlubang biasanya
berawal dari titik hitam kecil atau sisa makanan yang sering terselip dan sulit
dibersihkan. Pada tahap awal, gigi mungkin belum terasa sakit, tetapi ketika
lubang mencapai lapisan dalam, nyeri dapat muncul terutama saat mengunyah atau
mengonsumsi makanan manis. Kondisi ini terjadi karena bakteri di plak
memproduksi asam yang mengikis permukaan gigi secara bertahap.
Selain
itu, gusi bengkak sering ditandai gusi merah,
terasa nyeri, dan mudah berdarah saat menyikat gigi. Keluhan ini umumnya muncul
ketika plak menumpuk di batas gigi dan gusi hingga memicu peradangan. Jika
dibiarkan, gusi bengkak bisa berkembang menjadi penyakit periodontal yang tidak
hanya merusak jaringan gusi, tetapi juga menurunkan kekuatan penyangga gigi.
Tanda
yang lebih serius adalah gigi goyang, yang pada
orang dewasa bukan kondisi normal. Gigi goyang kerap terjadi karena kerusakan
jaringan penyangga gigi akibat peradangan gusi menahun, karang gigi yang tidak
dibersihkan, atau infeksi yang telah berlangsung lama. Pada tahap ini, keluhan
biasanya disertai bau mulut, gusi turun, hingga rasa tidak nyaman saat
mengunyah.
Kondisi
yang perlu perhatian segera adalah gigi bernanah, yang
menunjukkan adanya infeksi pada jaringan sekitar akar gigi. Gejalanya bisa
berupa nyeri berdenyut, pembengkakan, muncul benjolan pada gusi, hingga keluarnya
cairan. Infeksi seperti ini biasanya berawal dari gigi berlubang yang dibiarkan
terlalu lama atau trauma pada gigi, dan penanganannya memerlukan perawatan
dokter gigi untuk mencegah penyebaran infeksi ke jaringan yang lebih luas.
Keluhan
lain yang sering dianggap sepele adalah gigi ngilu dan sariawan.
Gigi ngilu biasanya muncul saat mengonsumsi minuman dingin, panas, atau manis,
dan dapat berkaitan dengan penipisan lapisan pelindung gigi, kebiasaan menyikat
terlalu keras, atau lubang gigi tahap awal. Sementara itu, sariawan ditandai
luka kecil yang perih di bibir bagian dalam, pipi, atau lidah, yang dapat
dipicu oleh trauma (tergigit), stres, atau kurangnya asupan nutrisi tertentu.
Edukasi kesehatan gigi
dan mulut ini berkaitan langsung dengan SDGs Tujuan 3:
Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) karena
mendorong pencegahan penyakit, deteksi dini, serta peningkatan kualitas hidup
masyarakat. Program Studi Kedokteran Gigi UNESA mengajak masyarakat untuk
mengenali gejala sejak awal—misalnya lubang kecil, gusi berdarah, ngilu berulang, atau
benjolan pada gusi—agar
penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat ditekan.